Ada Beberapa “Mantra” Yang Sanggup Menciptakan Si Nona Luluh Ketika Foreplay Menuju Senggama Bung

Posted by Ganas003 on 21.51 in ,

Kegiatan ranjang diawali dari pemanasan atau yang erat disebut dengan istilah foreplay. Ketika melaksanakan pemanasan tidak hanya gerakan tangan dan beberapa badan lainnya yang menciptakan suasana kian intim. Namun, rayuan secara verbal atau “mantra” ditengarai sanggup menciptakan suasana kian panas hingga menciptakan si nona tak tahan dengan rayuan yang Bung utarakan.


Seperti pernyataan Psikolog dari University of Michigan Amerika Serikat, Terri Orbuch, komunikasi verbal ketika sesi seks merupakan kunci keintiman. Ketika keintiman terjadi maka menciptakan gairah kian signifikan. Orbuch menambahkan bahwa ikatan emosional yang terjalin bagi laki-laki sanggup berupa hubungan seks sedangkan perempuan perlu mendapat koneksi emosional ketika bercinta.


Pujian Terkait Fisik Memang Klasik, Namun Memujinya Saat Foreplay Dapat Membuat Si Nona Menikmati Setiap Sentuhan Fisik


Kegiatan ranjang diawali dari pemanasan atau yang erat disebut dengan istilah  Ada beberapa “Mantra” Yang Dapat Membuat Si Nona Luluh Saat Foreplay Menuju Senggama Bung


Puji dan rayu memang gombal kalau hiperbola. Tetapi, kalau kebanggaan terkait hal fisik tanpa ada hasrat melebih-lebihkan atau sesuai fakta justru menciptakan si nona suka, contohnya kalimat “Rambut kau terlihat indah sekali…”. Pujian yang terkait rambut, mata, bibir, dan segala hal yang sangat erat dalam hal sensual ketika pemanasan diprediksi rasanya cocok untuk diungkapkan. Hal ini juga diamini oleh terapis seks, Eric Marlowe. Karena kebanggaan bukan permainan kata, tetapi spontanitas yang tercurahkan secara seksama.


Mengutarakan Rasa Dari Tindakan Yang Telah “Dilakukan”, Pasti Membuat Si Nona Tidak Tahan Bung


Kegiatan ranjang diawali dari pemanasan atau yang erat disebut dengan istilah  Ada beberapa “Mantra” Yang Dapat Membuat Si Nona Luluh Saat Foreplay Menuju Senggama Bung


“Aku bahagia ketika kau menciumku penuh gairah”. Penting juga bagi si nona kala mengetahui Bung menyukai ciuman yang gres saja dilakukannya. Ciuman memang disebut-sebut sebagai pembuka jalan dalam sesi foreplay sebelum intercourse. Ciuman ialah kawasan cinta, gairah, dan segala perasaan yang coba dicurahkan. Terlebih lagi dalam sesi pemanasan, dimana kedua belah pihak sedang mencoba membangkitkan gairah semoga lebih intim ketika senggama dilakukan. Alhasil, ciuman dan perkataan berbalut menjadi ‘sentuhan’ intim yang sanggup mendarat ke dalam hati perempuan.


Kata Nyaman Makara Senjata Andalan Saat Bung Mengutarakan


Kegiatan ranjang diawali dari pemanasan atau yang erat disebut dengan istilah  Ada beberapa “Mantra” Yang Dapat Membuat Si Nona Luluh Saat Foreplay Menuju Senggama Bung


“Aku merasa nyaman ketika terus sama kamu”. Mengeluarkan kata ‘nyaman’ kepada pasangan tentu akan membuatnya tersentuh. Ibarat sedang berpergian, mau ke mana pun engkau beranjak ke kawasan indah sekali pun, tak ada yang nyaman menyerupai rumahmu sendiri. Mungkin itu yang dirasakan pasangan ketika mendengar kata nyaman, apa lagi untuk perempuan yang lebih banyak didominasi memainkan perasaan. Dalam urusan foreplay, tak perlu bicara bandel untuk membangkitkan gairah, namun dengan menjelaskan bila telah kehadiran si nona memperlihatkan arti perbedaan dalam hidup sudah membuatnya seksi sekaligus istimewa, menyerupai kata Ava Cadell, seksologi dari Los Angeless, menyerupai dilansir dari Menshealth.


Balutan Mesra Dapat Dicurahkan Lewat Kata-Kata Hingga Lanjut Bersenggama


Kegiatan ranjang diawali dari pemanasan atau yang erat disebut dengan istilah  Ada beberapa “Mantra” Yang Dapat Membuat Si Nona Luluh Saat Foreplay Menuju Senggama Bung


“Betapa menariknya dirimu ketika bersentuh mesra”. Balutan mesra ketika bersama pasangan tidak hanya terjadi kala dinner dengan hiasan lilin, atau seikat bunga diakhiri dengan ciuman di keningnya. Bung, ketika beradu di atas ranjang untuk melucuti gairah masing-masing juga terlihat mesra. Dimana satu sama lain saling “mancing” dengan caranya sendiri-sendiri, menyerupai ketika PDKT saja kan? Lantas ketika semuanya telah dilakukan dan kalimat itu keluar niscaya akan menciptakan si nona tak tahan. Seperti kata Orbuch, bahwa kata-kata yang meluncur dari ekspresi sanggup menjadi afrodisiak alias pembangkit gairah seksual yang kuat.


Stimulus Si Nona Agar Ia Segera Menanggalkan Pakaiannya


Kegiatan ranjang diawali dari pemanasan atau yang erat disebut dengan istilah  Ada beberapa “Mantra” Yang Dapat Membuat Si Nona Luluh Saat Foreplay Menuju Senggama Bung


“Aku tak sabar untuk segera “masuk” ke sana”, pernyataan tidak sabar segera lakukan bersenggama justru menciptakan si nona terbayang sensasinya. Alhasil si nona akan terstimulus untuk segera melaksanakan sesi intercourse bersama Bung. Terstimulus atau terangsangnya si nona dengan perkataan memang tak sanggup dibantah. Lantaran psikolog asal South Florida, Rachel Needle pun menyampaikan “Kata-kata detail yang disampaikan laki-laki menyerupai wacana sensasi, kehangatan, atau kelembapan di sana, menciptakan perempuan turut bergairah,” dikutip dari Menshealth.