Bung Tadinya Sungkan Untuk Melaksanakan Hal Ini, Tapi Sehabis Menikah Semua Dijalani

Posted by Ganas003 on 21.51 in

Ketika menikah, sanggup jadi Bung mulai melaksanakan hal yang biasanya tidak pernah dilakukan sebelumnya. Meski, sejatinya laki-laki memang diciptakan sebagai mahluk yang jantan, tegas, dan macho. Mana pernah laki-laki mau melaksanakan hal-hal yang tidak menawarkan sisi kejantanannya. Apa lagi hal-hal yang biasa dikerjakan oleh lawan jenis. Maklum, image kerap dijaga semoga jati diri terus berwibawa.


Namun, sehabis menikah semuanya berubah. Bung yang tadinya melajang lama, hidup secara bebas sebab sudah sampaumur dan sesekali melanggar batasan, mulai melaksanakan hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Mengurus anak misalnya, sanggup dipastikan Bung harus turun tangan. Karena dalam pernikahan, tak semua pekerjaan rumah tangga sanggup dibebankan pada istri saja kan? Kalau Bung sanggup membantu, coba berikan tenaga. Karena mengurus rumah lebih susah daripada bekerja.


Dulu Tak Pernah Terpikirkan Untuk Membawakan Tas Perempuan, Setelah Menikah Makara Kenyataan


 sanggup jadi Bung mulai melaksanakan hal yang biasanya tidak pernah dilakukan sebelumnya Bung Tadinya Sungkan Untuk Melakukan Hal Ini, Tapi Setelah Menikah Semua Dijalani


Tak peduli setinggi apa jabatan Bung, sekuat apa fisik Bung, atau seberapa banyak body guard macam Sylvester Stallone yang disewa, nantinya Bung bakal nurut-nurut juga dengan segala seruan istri. Contoh umum dan kasatmata ialah membawakan tas istri. Di sentra perbelanjaan aneka macam suami yang rela menenteng tas istrinya saat sedang basuh mata.


Padahal, semasa remaja kala menjalin asmara ala-ala, Bung niscaya tidak pernah mau untuk membawakannya. Dengan alasan “Kamu harus mandiri!” dan segala macam alibi, niscaya Bung kerap menyuntikkan doktrin. Padahal sebetulnya Bung aib jika dillihat orang lain memberi Bung cap “Budak cinta”. Setelah menikah, rela atau tidak rela Bung pun harus membawakannya, dan rasa aib yang dulu terlintas kini sudah tak berserang di kepala.


Ditambah Lagi Jika Anak Bung Perempuan, Bung pun Makara Membawakan Tas Istri dan Anak


 sanggup jadi Bung mulai melaksanakan hal yang biasanya tidak pernah dilakukan sebelumnya Bung Tadinya Sungkan Untuk Melakukan Hal Ini, Tapi Setelah Menikah Semua Dijalani


Cobaan pertama mungkin hanya membawakan tas istri saja, kemudian saat mempunyai buah hati perempuan, Bung jadi punya kemungkinan untuk menggunakan tas ransel dari si anak. Ransel dengan model yang lucu nan imut, dikenakan oleh Bung, yang tentu sangat berlawanan dengan tampilan Bung yang garang. Tapi si anak mengeluh sebab lelah menenteng ransel, sehingga ia melimpahkan ke ayahandanya. Memang bukan kewajiban, tapi demi istri dan buah hati, ego pun mulai diturunkan, meskipun banyak orang yang colongan mengambil foto Bung sebab tampilan Bung yang jenaka.


Nanti Bung Sedia Untuk Menunggu, Meski Dulu Anti Dengan Menunggu


 sanggup jadi Bung mulai melaksanakan hal yang biasanya tidak pernah dilakukan sebelumnya Bung Tadinya Sungkan Untuk Melakukan Hal Ini, Tapi Setelah Menikah Semua Dijalani


Bung niscaya tahu menyerupai apa si nona jika sudah berbelanja dan ke salon. Menunggu ialah hal yang paling membosankan, setiap orang niscaya tidak akan suka untuk menunggu. Setelah menikah, pandangan Bung tentang menunggu mulai dihilangkan. Ibarat Jerman kalah perang sehingga ideologi Nazi mulai diratakan. Karena si nona akan kerap menciptakan Bung menunggu.


Berbelanja dan ke salon, otomatis menjadi kegiatan bulanan yang selalu dilakukan. Karena beliau istri Bung, Bung pun jadi mempunyai kegiatan untuk menemani bila tidak ada kerjaan. Tak ada hitungan menit, tapi sudah hitungan jam. Ketika masa berpacaran Bung sanggup jumawa dengan mengucap anti untuk melakukan, sehabis menikah jangan harap demikian.


Cuci Baju Dan Menyapu Menjadi Aktivitas Yang Baru


 sanggup jadi Bung mulai melaksanakan hal yang biasanya tidak pernah dilakukan sebelumnya Bung Tadinya Sungkan Untuk Melakukan Hal Ini, Tapi Setelah Menikah Semua Dijalani


Semasa merdeka (dibaca: bujang), tak pernah terlintas untuk melaksanakan kegiatan mencuci dan menyapu. Bung urung melaksanakan dengan alasan pekerjaan itu identik dengan perempuan. Sehingga Bung tak mau menyentuh ranahnya. Walaupun, Bung tahu cara kerjanya.


Namun lagi-lagi saat menikah, Bung sanggup saja berkontribusi untuk mengerjakannya, tak perlu ada alasan istri hamil atau sedang sakit. Meskipun Bung pemimpin rumah tangga, tapi tetap saja segala kegiatan dalam ruang lingkupnya diselesaikan secara bersama-sama. Karena mahligai rumah tangga dibina atas kolaborasi suami istri.


Dulu Menggadaikan Tidur Dengan Begadang, Sekarang Istri Bisa Ngajak Perang Kalau Bung Begadang


 sanggup jadi Bung mulai melaksanakan hal yang biasanya tidak pernah dilakukan sebelumnya Bung Tadinya Sungkan Untuk Melakukan Hal Ini, Tapi Setelah Menikah Semua Dijalani

Sumber : Huffpost.com


Begadang biasanya menjadi kegiatan mingguan yang biasa Bung lakukan dengan teman-teman. Begadang suntuk hingga malam, mulai dari kopi hingga alkohol pinggiran menjadi “teman”. Tapi masa begadang Bung sudah tak lagi sebebas dulu, selama ada kegiatan penting di rumah atau tidak ada pun, Bung harus berada di sisi istri. Sekedar untuk menemani atau menjaga buah hati.


Tanpa perlu melihat dari sudut pandang pria, secara umum hal-hal di atas memang baik apabila dilakukan. Sesungguhnya laki-laki yang gentle ialah yang sanggup membantu istri dikala rutinitas kerja kian ketat. Secara nilai, Bung yang mau dan meluangkan waktu untuk mengerjakan ini niscaya bakal disayang sama istri.