Jadi Pria Jangan Hanya Macho, Bung Juga Harus Dapat Konsisten Dengan Ucapan

Posted by Ganas003 on 21.51 in

Di usia Bung yang sekarang, memangnya Bung masih mau menjalani hubungan tanpa tujuan? Selain buang-buang tenaga dan waktu, hubungan semacam itu hanya menyakiti perasaan Bung dan si nona. Karenanya, mulailah untuk memikirkan masalah jenjang selanjutnya, apa lagi kalau Bung sudah cukup usang berpacaran dengan si nona.


Mungkin awalnya si nona tertarik pada Bung alasannya perilaku dan gesture Bung yang menyampaikan sosok laki-laki sejati. Percayalah Bung, yang namanya laki-laki sejati bukan hanya soal fisik yang oke. Sebab ada pertimbangan lain, salah satunya soal ucapan yang dapat dipertanggungjawabkan, itulah yang nantinya akan jadi pembuktian tersendiri untuk Bung.


Kalau Bung Sudah Yakin Untuk Mengajak Si Nona Ke Pelaminan, Maka Berhentilah Mencuri-curi Kesempatan


 memangnya Bung masih mau menjalani hubungan tanpa tujuan Makara Laki-laki Jangan Hanya Macho, Bung Juga Harus Bisa Konsisten Dengan Ucapan


Yap, yang namanya kesempatan—untuk selingkuh—bisa tiba sewaktu-waktu. Bung mungkin merasa punya fisik mumpuni sehingga ingin sekali lagi mencoba cari yang baru. Entah apa pun alasannya, yang namanya menduakan sebaiknya dihindari ya Bung. Di lain sisi, mungkin Bung dan si nona belum ada ikatan resmi secara aturan dan agama, tapi justru itu, mulailah berguru jaga hati ya Bung. Salah satunya dengan terus konsisten jaga perilaku dan jangan curi pandang kesana kemari. Sebagai pihak yang mengajak untuk serius duluan, Bung harusnya dapat memegang teguh ucapan Bung. Itu gres dapat dibilang laki-laki sejati.


Setiap Ucapan ialah Tolok Ukur Kepercayaan. Karenanya, Hindari Mengumbar Janji Manis Belaka ya Bung!


 memangnya Bung masih mau menjalani hubungan tanpa tujuan Makara Laki-laki Jangan Hanya Macho, Bung Juga Harus Bisa Konsisten Dengan Ucapan


Ada sebuah ungkapan menyampaikan kalau iman pada seseorang ditentukan lewat ucapannya. Apakah ucapan tersebut dapat dipegang atau menguap begitu saja alias hanya bualan semata. Kalau hingga hari ini Bung yang ngakunya mengajak si nona untuk serius tapi justru masih curi pandang ketika ada cewek lain lewat, masuk akal saja jikalau rasa percaya si nona pada Bung jadi berkurang. Kalau si nona lama-lama sudah tak dapat percaya pada setiap ucapan Bung, ya sudah… jangan duka kalau ia meninggalkan Bung.


Dengan Menjaga Ucapan dan Konsisten Pada Perkataan, Disitulah Tanggung Jawab Bung Mulai Terlihat


 memangnya Bung masih mau menjalani hubungan tanpa tujuan Makara Laki-laki Jangan Hanya Macho, Bung Juga Harus Bisa Konsisten Dengan Ucapan


Saat belum resmi menjadi sepasang suami istri, tanggung jawab seorang laki-laki bukan hanya dilihat dari caranya memperlakukan kekasihnya ketika mereka sedang bersama. Tapi itu tadi, ucapan pun jadi tolok ukur tersendiri. Ya, ucapan ialah sebuah tanggung jawab. Kalau Bung sudah berikrar A, maka berlakulah A sesuai apa yang Bung ucapkan. Sebab kalau Bung justru melupakan apa saja yang Bung ucapkan atau janjikan, Bung tak ubahnya menyerupai pembual yang tak punya pendirian. Sementara, si nona terang berhak mendapat laki-laki yang dapat memperlakukannya dengan sebaik mungkin.