Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas

Posted by Ganas003 on 21.51 in , ,

Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal pribadi motor GSX-R150 dari Suzuki. Kebetulan yang kami jajal berwarna merah, yang nampak begitu menggoda. Secara umum motor satu ini kami bawa untuk penggunaan harian di aera jabodetabek. Di beberapa kesempatan kami juga membawa motor ini di jalan yang lebih luang untuk menjajal performanya.


Tampilan Fungsional Tanpa Banyak Ornamen Basa-Basi


Kami menentukan kata sexy, untuk menggambarkan Suzuki GSX-R150 ini. Nama GSX yang disandangnya sesungguh tak sekedar tempelan belaka. Karena kita sanggup melihat tarikan garis serupa dari tipe-tipe GSX yang menggendong mesin lebih besar. Coba kita bandingkan tampilan GSX-R1000 ini dengan GSX-R150 ini. Tarikan garisnya tampak serupa.


Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal pribadi motor GSX Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas


Desain bodynya tak di rancang main-main alasannya yakni dibangun memakai perhitungan hasil pengujian wind tunnel di jepang. Hasilnya, GSX-R15o ini menganut model yang terlihat mengalir dan aerodinamis. Pastinya tidak banyak ornamen atau bentuk-bentuk tak bermanfaat yang jamak kita lihat di brand lain. Tapi bukan berarti tampilannya jadi tak menarik.


Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal pribadi motor GSX Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas


Karena kami sempat beberapa kali mendapati pengendara lain melirik motor yang kami tunggangi. Terutama bagi sesama pengguna kelas 150cc, motor cukup menyita perhatian di jalan raya. Waspada khusus kami berikan pada sektor spion. Bentuknya yang mendatar dan sangat lebar, menempatkan perangkat satu ini sejajar dengan spion kendaraan beroda empat kebanyakan. Walhasil, untuk lancar mengarungi kemacetan, ketika memakai motor ini harus sesekali melipat spionnya ke dalam.


Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal pribadi motor GSX Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas


Posisi Riding Agresif Dengan Handle Bar Under Yoke


Untuk kelas motor sport 150cc sanggup dibilang posisi berkendara GSX-R150 ini paling kasar kalau dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Stang jepitnya sendiri bertipe under the yoke alias berada di bawah segitiga depan.


Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal pribadi motor GSX Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas


Dalam kondisi berkendara normal, tubuh menjadi membungkuk dan mendukung tampilan balap dari motor ini. Ketika dalam kecepatan tinggi dengan gampang tubuh pengendara mendekat dan memeluk tangki. Hal ini didukung dengan jok belakang yang tinggi sehingga menambah kesan agresif.


Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal pribadi motor GSX Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas


Hal menarik lainnya, bobot GSX-R150 yang hanya 126 kg lebih ringan dibanding motor 150cc lain yang lebih dari 130 kg. Ditambah lagi tinggi joknya juga paling rendah di kelasnya. Sehingga untuk mereka yang bertinggi tubuh kurang dari 170 cm pun masih nyaman mengendarai motor ini. Untuk diajak rebah ketika menikung juga tak ragu alasannya yakni bobotnya yang ringan tadi.


Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal pribadi motor GSX Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas


Mesin Over Bore, Galak Di Putaran Menengah Atas


Lagi-lagi Suzuki mengambil langkah berbeda dengan para kompetitornya yang menentukan mesin over stroke atau Square. Karena dapur pacu yang disematkan pada GSX-R150 ini justru mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya (62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm).


Layaknya mesin over bore, tenaga yang dihasilkan pada putaran bawah cenderung lebih jinak dan kalem. Karena itu motor ini cukup ramah dipakai di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.


Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal pribadi motor GSX Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas


Tapi sifat orisinil over bore mulai kelihatan pada putaran menengah dan atas dimulai dari 7000 RPM. Apalagi putaran mesinnya sanggup berteriak hingga 13.000 RPM. Tenaga maksimalnya berada di 18,9 dk dengan torsi 14NM. Jangan heran seandainya bung memakai motor ini untuk beradu kecepatan, di putaran tengah dan atas cepat mengasapi motor lain.


Teknologi Keyless, Nyalakan Motor Bisa Pakai ID


Kecangihan tak berhenti hingga situ, untuk mengoperasikan motor, Bung cukup mendekatkan remote ke motornya. Motor gres sanggup dioperasikan dengan memutar knob yang ada di tangki apabila remote berada dalam radius 1 meter. Sementara sebaliknya keyless ignition system otomatis akan mengunci kalau jarak remote lebih dari 1 meter.


Demi keamanan, knob ini pun tidak sanggup diputar paksa. Apabila main switch knob diputar paksa dengan tujuan akan dicuri, maka sesuai konstruksinya main switch knob akan berputar kosong.


Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal pribadi motor GSX Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas


Setiap keyless remote mempunyai nomor ID. Nomor tersebut memungkinkan pemilik motor untuk tetap sanggup mengakses main switch knob dalam keadaan remote rusak atau gangguan teknis lainnya. Kita tinggal memasukan 4 digit pin dengan program menekan knob. Karena itu Pemilik motor disarankan untuk mencatat dan rahasiakan Remote ID serta simpan di daerah yang aman.


Namun Terlepas dari kecanggihannya tersebut, SIS selaku produsen Suzuki juga mendengar dan memenuhi ajakan dari konsumen lain yang mempunyai huruf berbeda, dengan menyediakan Suzuki GSX-R150 memakai Shuttered Key System.


Akhirnya kami punya kesempatan untuk menjajal pribadi motor GSX Menjajal Si Merah: Jinak Di Bawah, Galak Di Atas


Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System dikala ini, SIS memproduksi varian Shuttered Key System dengan komposisi secara khusus sebanyak 15% dari total produksi GSX-R150 setiap bulan. Dengan demikian, calon konsumen sanggup mempunyai pilihan lebih banyak sebelum memutuskan pilihannya.