Meski Si Nona Tak Berdarah Di Malam Pertama, Bukan Berarti Beliau Sudah Pernah Bercinta Bung

Posted by Ganas003 on 21.51 in

Bung niscaya tahu, keluarnya darah pada ketika bercinta untuk yang pertama kali dijadikan sebagai simbol bahwa si nona masih belum terjamah atau sudah. Di dunia timur, terlebih lagi pada masyarakat kita. Sebagian besar orang percaya pada darah yang dijadikan patokan keperawanan. Makara Bung tak perlu heran, jikalau suatu ijab kabul yang harusnya sanggup bahagia, sanggup hancur begitu saja hanya lantaran sang wanita tak mengeluarkan darah.


Padahal faktanya tak semua wanita mempunyai selaput darah yang sama, lantaran meski tak mengeluarkan darah untuk relasi seksual pertama, itu yaitu sesuatu yang normal. Sebab dari beberapa penelitian, ada 63 persen wanita yang tidak “berdarah” ketika mereka melaksanakan relasi seksual untuk yang pertama kalinya.


Bung perlu tahu bahwa robeknya selaput darah tidak harus ditandai dengan perdarahan. Selaput dara atau dalam bahasa medis yang dikenal sebagai hymen, yaitu membran tipis, yang sebetulnya secara biologis tidak berfungsi, namun mempunyai beban kultural dan psikologis yang sangat berat bagi para nona. Untuk itu Dokter Prima Progestian, jago kandungan yang juga seksolog di Brawijaya Women and Children Hospital dan RS Muhammadiyah Taman Puring, menyampaikan ada beberapa hal yang perlu kita pahami sebelum nanti berkata bahwa si nona sudah tidak perawan lagi.


Perempuan Lain Mungkin Berdarah, Tapi Bukan Berarti Pasangan Bung Juga Harus Serupa


 keluarnya darah pada ketika bercinta untuk yang pertama kali dijadikan sebagai simbol bahwa Meski Si Nona Tak Berdarah di Malam Pertama, Bukan Berarti Ia Sudah Pernah Bercinta Bung


Walau sudah jadi ritual sakral yang digunakan untuk memilih tinggi atau tidaknya martabat seorang perempuan, bukan berarti kita sanggup bertumpu pada kepercayaan ini. Perlu Bung tahu, jikalau meski bentuknya sama kondisi vagina setiap wanita terperinci berbeda.


Terdiri dari strusktur pembuluh darah pada penggalan di vagina, konon wanita mempunyai selaput darah yang terlalu tebal atau bahkan terlalu tipis. Dengan kata lain, perawan atau tidaknya seorang wanita tak selalu ditandai dengan keluarnya darah pada relasi seksual yang pertama.


Karena sebagian wanita lain bahkan tak mempunyai selaput darah semenjak lahir. Lalu apakah itu lantas akan menjadikannya tak perawan semenjak dilahirkan? Jelas tidak Bung!


Lebih-lebih Lagi Perawan atau Tidaknya Tak Selalu Ditandai dengan Pendarahan Seperti yang Tadinya Kita Percaya


 keluarnya darah pada ketika bercinta untuk yang pertama kali dijadikan sebagai simbol bahwa Meski Si Nona Tak Berdarah di Malam Pertama, Bukan Berarti Ia Sudah Pernah Bercinta Bung


Dia yang tak mengeluarkan darah ketika malam pertama lantaran mungkin memang tak mempunyai selaput darah, kemudian apakah kita sanggup memberinya sebutan tak perawan? Tentu saja tidak. Sedangkan disisi lain, ada wanita yang mungkin sanggup dibilang beruntung, lantaran meski sudah melaksanakan relasi seksual beberapa kali, masih saja mengeluarkan darah pada malam pertama. Lalu bisakah kita anggap jikalau ia yaitu perawan yang sesungguhnya hanya lantaran mengeluarkan darah?


Apa yang tadinya kita percaya tentu tak salah, namun tak sanggup dijadikan patokan untuk semua situasi yang ada.


Dan Pemicu Lain yang Bisa Makara Sebabnya, Si Nona Sedang Stres dan Terlalu Tegang Saat Bercinta


 keluarnya darah pada ketika bercinta untuk yang pertama kali dijadikan sebagai simbol bahwa Meski Si Nona Tak Berdarah di Malam Pertama, Bukan Berarti Ia Sudah Pernah Bercinta Bung


Kesempatan ini jadi yang pertama, masuk akal jikalau si nona akan merasa belum siap mendapatkan serangan yang akan Bung genjarkan. Alhasil lantaran terlalu merasa tegang, ada stres yang tiba-tiba mendera.


Bung harus tahu jikalau nyeri dan darah yang keluar pada penggalan seputar vagina hanya akan muncul ketika cairan lubrikasi yang kering dan tidak keluar. Dan wanita yang tidak mengeluarkan cairan lubrikasi tersebut, sanggup disebabkan lantaran stres dan tegang.


Sebab cairan lubrikasi pada si nona hanya akan keluar jikalau ia merasa terangsang, tapi jikalau ia sedang stres atau tegang, cairan vagina yaitu darah atau cairan bening tersebut tidak akan keluar. Nah demi mengakalinya, Bung mungkin jangan terburu-buru  sehingga membuatnya takut dan stres lebih dulu.


Barangkali Di Masa Lalu Sang Nona Melakukan Aktivitas yang Tanpa Sengaja Merobek Selaput Darahnya


 keluarnya darah pada ketika bercinta untuk yang pertama kali dijadikan sebagai simbol bahwa Meski Si Nona Tak Berdarah di Malam Pertama, Bukan Berarti Ia Sudah Pernah Bercinta Bung


Coba ingat dulu, pasangan yang Bung punya mungkin jadi salah satu wanita yang menyenangi olahrga ekstrim yang memang berbahaya. Entah itu hobi berkuda, memanjat tebing, hingga acara lain yang membuatnya kehilangan selaput darah.


Sering tak disadari, dianggap tak akan menjadi sesuatu yang menjadikan tanya si ia mungkin tak paham betul apa yang telah direnggut oleh olahraga tersebut, khususnya jikalau ada benturan dan gerakan yang terpenetrasi pada penggalan area vagina. Hal ini sanggup menimbulkan selaput dara akan robek dengan sendirinya.


Atau Bisa Makara Karena Selaput Darah yang si Nona Punya Terlalu Tebal dan Kelewat Elastis


 keluarnya darah pada ketika bercinta untuk yang pertama kali dijadikan sebagai simbol bahwa Meski Si Nona Tak Berdarah di Malam Pertama, Bukan Berarti Ia Sudah Pernah Bercinta Bung


Seperti yang tadi sudah dijelaskan, setiap wanita hadir dengan bentuk dan situasi vagina yang berbeda. Dia yang sekarang sedang tidur berdua dengan bBng mungkin jadi salah satu wanita dengan selabut darah yang kelewat tebal. Sehingga meski ini yaitu relasi intim yang pertama, tak berarti ia akan mengeluarkan darah dengan mudah. Sebab selaput darahnya tidak mempunyai kerapuhan, sehingga tidak gampang robek dan berdarah.


Sedangkan si nona yang lain, justru mempunyai selaput darah yang elastis, yang konon tak akan pecah dan berdarah meski telah mendapatkan penetrasi pertama dari Bung di malam pertama. Ini dikarenakan selaput darah yang ia miliki tidak robek, lantaran justru menjelma melar saking elastisnya.


Lagipula Keperawaan Bukanlah Tujuan dari Pernikahan, Jika Bung Berani Menyebutnya Tak Perawan Pastikan Pula Bung Pun Masih Perjaka


 keluarnya darah pada ketika bercinta untuk yang pertama kali dijadikan sebagai simbol bahwa Meski Si Nona Tak Berdarah di Malam Pertama, Bukan Berarti Ia Sudah Pernah Bercinta Bung


Jelas ini akan jadi sesuatu yang tak adil untuk si nona. Terlepas dari benar atau tidaknya alasan yang mungkin ia sampaikan, agaknya terdengar sangat tidak adil jikalau kita harus menyebutnya sudah tak perawan hanya lantaran tak berdarah.


Kita boleh merasa menang, lantaran sanggup jadi hakim untuk menilai seberapa berpengaruh ia menjaga martabatnya. Lalu bagaimana dengan kita yang ternyata juga sudah pernah bercinta sebelumnya?


Tanpa mengurangi rasa hormat pada Bung lain yang memang masih perjaka, menilai seorang wanita perawan atau tidak yaitu sebuah perilaku yang munafik. Coba tanyakan lagi pada diri sendiri, apa yang sebetulnya menjadi alasan ketika Bung tetapkan untuk menikahinya.


Mitos perihal selaput darah memang tak semuanya sesuai dengan fakta, Bung tak perlu pusing hanya lantaran tak ada darah yang tertumpah di malam pertama.