Emanuel Eboue, Bek Sayap Yang Tak Lagi Terbang

Posted by Ganas003 on 21.51 in ,

Entah kesialan apa yang menimpa mantan bintang Arsenal dan Galatasaray, Emanuel Eboue, Kehidupan mewah yang sudah dekat dengan dirinya tiba-tiba menghilang. Bermula dari eksekusi FIFA kepadanya karena tak membayar hutang kepada mantan agennya. Hal itu merubah hidup Eboue 180 derajat. Ia menjadi orang yang sangat kekurangan. Padahal semasa berseragam Arsenal dan Galatasaray, honor berseri tujuh digit menjadi pemasukan Eboue setiap bulan.


Sederetan perkara yang menimpa dirinya membuatnya jadi hidup luntang-lantung kolam tunawisma. Rumah kesayangannya di London Utara, harus disita di pengadilan. Terkadang ia masih tinggal di rumahnya walaupun rasa takut ada ketika polisi tiba dan menyuruhnya keluar. Untungnya ia masih mempunyai sahabat Lomana LuaLua, mantan pemain Newcastle United, yang bersedia disinggahi rumahnya. Karena takut untuk merepotkan teman, Eboue pun mengakui jikalau ia tidur di atas lantai. Kasihan sekali ya bung.


Kembali Merumput Di Liga Inggris Hanyalah Mimpi, Karena Sunderland Memutus Kontrak Dalam Waktu 22 Hari


Entah kesialan apa yang menimpa mantan bintang Arsenal dan Galatasaray Emanuel Eboue, Bek Sayap Yang Tak Lagi Terbang

Sumber : Dailymail.com


Setelah masa kontraknya habis dengan Galatasaray. Pada pertengahan tahun 2016 ia pun mendapat pinangan dari tim liga Inggris, Sunderland. Namun naas, tim yang mempunyai julukan The Black Cats ini memutus masa kontrak yang gres berumur 22 hari, karena FIFA melarang pemain berkebangsaan Pantai Gading tersebut merumput di lapangan hijau alasannya ialah tidak membayar hutang kepada Agennya, Sebastian Boisseau.


Kasus hutang Eboue dengan biro telah terjadi 4 tahun lalu. Eboue seharusnya membayarkan sejumlah uang (yang tak diungkapkan nominalnya) pada bulan juli 2013. Tapi pada September 2014 ia malah terkenda denda sebesar 21,650 poundsterling alasannya ialah gagal memenuhi tuntutan. Karena dirundung hutang menciptakan Eboue dikenakan hukuman 1 tahun tak boleh aktif di dunia sepakbola.


Ditinggal Orang-Orang Tercinta Menjadi Sebuah Rangakaian Cerita. Padahal Raga Tak Mampu Lagi Menopang Jiwa


Entah kesialan apa yang menimpa mantan bintang Arsenal dan Galatasaray Emanuel Eboue, Bek Sayap Yang Tak Lagi Terbang

Sumber : Dailymail.com


Kesabaran Eboue tidak hanya diuji lewat karirnya di lapangan hijau, pada ketika kondisi terpuruk skenario kehidupan menciptakan dirinya ditinggal orang tercinta. Pemain berusia 34 tahun ini harus merelakan ditinggal kakek, saudara dan istrinya. Sang kakek, Amadou Bertin, harus meninggalkanya lebih dulu alasannya ialah penyakit kanker yang menderanya. Tidak jauh dari kepergian sang kakek, N” Dri Serge, saudara dari Eboue juga meninggal.


Masa berkabung yang dialami Eboue tak habis di situ saja. Kehilangan orang yang tercinta di ketika karirnya yang kelam membuatnya kian tenggelam. Seharusnya ada orang yang menyampaikan suntikan support kepadanya biar ia sanggup menata jiwa. Tak jauh dari kepergian kakek dan saudaranya, malah tragedi alam yang ada, ketika sang istri  menggugat cerai. Keterpurukan kehidupan Eboue membuatnya kian nelangsa.


Aku Hanya Ingin Penyembuhan Dan Rasa Sayang. Bukan Perceraian Dan Kemiskinan


Entah kesialan apa yang menimpa mantan bintang Arsenal dan Galatasaray Emanuel Eboue, Bek Sayap Yang Tak Lagi Terbang

Sumber : Dailymail.com


Salah satu faktor yang menciptakan Eboue menjadi terpuruk ialah perceraian. Sang istri, Aurelie Bertrand, menggugat percaraian lewat pengadilan disaat tubuhnya sedang terbaring lemas di rumah sakit. Keputusan pengadilan pun bersikap tidak adil bagi Ebou. Karena semua aset langsung jatuh ke tangan sang istri. Jatuh aset ke tangan sang istri menciptakan Eboue tak lagi mempunyai harta. Bahkan ketiga anak hasil jalinan kasih Eboue dan Aurelie pun tidak diperkenankan bertemu dengannya, menciptakan dirinya semakin sengsara.


“Perceraian itu membunuhku. Saya tidak bahagia dengan aturan di Inggris alasannya ialah sangat bias. Saya ingin Tuhan membantu saya dalam problem ini. Saya ingin menyampaikan bahwa apa yang hakim ini lakukan tidak adil,” ujar Eboue dilansir Panditfootball.


Aku Malu Dengan Kondisiku. Identitasku Harus Kututupi Apalagi Wajahku


Entah kesialan apa yang menimpa mantan bintang Arsenal dan Galatasaray Emanuel Eboue, Bek Sayap Yang Tak Lagi Terbang

Sumber : Dailymail.com


Kondisi sengsara menciptakan dirinya makin merana. Roda kehidupan berputar terlalu cepat dan skenario hidupnya pun, nggak bagus-bagus amat. Kecintaanya kepada Arsenal ternyata masih berbekas padahal telah dua kali berganti seragam. Pada ketika berkelahi Arsenal menjamu Everton bulan Maret 2017. Eboue ingin sekali menyaksikan mantan timnya berjuang. Namun sayang, ia tidak mempunyai susukan ke stadion dan sesudah difikir berkunjung ke Emirates pun bukan pandangan gres yang bagus. Menonton di rumah lewat layar beling pun tak disarankan. Karena layanan sky sport sudah tidak ada karena tak sanggup membayar iuran bulanan.


Saking cintanya kepada Arsenal, melipir ke sebuah pub menjadi pilihan. Ia menyaksikan pertandingan disela-sela fans Arsenal. Saking aib akan kondisi yang dialami, ia tidak mau identitasnya diketahui dengan menutupi wajahnya dengan sebuah topi.


Masalah Datang, Kematian Menjelang. Akankah Bunuh Diri Menjadi Pilihan?


Entah kesialan apa yang menimpa mantan bintang Arsenal dan Galatasaray Emanuel Eboue, Bek Sayap Yang Tak Lagi Terbang

Sumber : Dailymail.com


Kondisi yang ditempa Eboue, bukanlah kondisi yang biasa. Permasalahan yang bertubi-tubi  sanggup dipastikan menyerang psikologi dan kepribadian. Memang hal ini tak sanggup diwajarkan, tapi bunuh diri tak ayal bakal menjadi sebuah pilihan. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini Eboue menyampaikan jikalau ia mempertimbangkan untuk mengakhiri hidup.


“Saya ingin Tuhan menolong saya. Hanya beliau yang sanggup membantu saya menghilangkan pikiran ini(bunuh diri). Kondisi ini sangat menyakitkan,” kata Eboue, dikutip dari Dailymail.


Pernyataan Eboue yang ingin mengakhiri hidup direspon cepat oleh Arsenal dan Galatasaray. Paham akan kondisi pemain yang kini jatuh miskin dan tak punya harta. Galatasaray memperlihatkan Eboue menjadi tangan kanan instruktur di U-14 Galatasaray. Rasa iba Fatih Terim melihat mantan pemainnya. Sedangkan Arsenal masih ingin mengeksplore ihwal apa yang mesti dilakukan untuk membantu mantan bek sayap The Gunners. Kondisi Eboue tak sanggup dibiarkan, derma akan membuatnya berdiri dari keterpurukan.