Kerjaan Bung Tak Kenal Waktu, Sampai Bertemu Teman Pun Cuma Sebatas Angin Lalu

Posted by Ganas003 on 21.51 in ,

Pertemanan yang terjalin lewat dialog dan saling menghabiskan malam memang menyenangkan. Namun seiring bertambahnya usia, hal tersebut mulai terasa langka dikala kesibukan bekerja mulai melucuti waktu satu per satu. Sibuknya pekerjaan mulai digempur dengan deadline hingga lelahnya begitu terasa setiap pekan. Membuat Sabtu dan Minggu Bung hanya terpakai untuk beristirahat.


Kedisplinan hukum kantor hingga jarak yang ditempuh dari rumah, menciptakan Bung harus selektif menentukan hari untuk bertemu teman. Dulunya Bung sanggup bertemu hampir setiap minggu, kini untuk menyapa saja harus berpikir terlebih dahulu lantaran takut mengganggu. Lama kelamaan Bung tidak menyadari jikalau sahabat yang dulu dilabeli sahabat sejati, satu per satu mulai pergi.


Tetap Menjaga Komunikasi Meskipun Hanya Sekedar Chat Basa-basi


Pertemanan yang terjalin lewat dialog dan saling menghabiskan malam memang menyenangkan Kerjaan Bung Tak Kenal Waktu, Hingga Bertemu Teman Pun Cuma Sebatas Angin Lalu


Kerja yang sibuk seharusnya tidak sanggup menciptakan pertemanan Bung harus berakhir buruk, dalam artian sudah tak lagi saling mengenali. Walaupun Bung tidak memaksakan untuk bertemu, akan tetapi Bung sanggup menjaga komunikasi biar persahabatan tetap terjaga dengan rapi. Hingga cap sombong pun tidak dilontarkan teman-teman Bung yang dulu jadi saksi kala hidup bujang dan mengganggur.


Menjaga komunikasi sanggup berawal dari menanyakan kabar Bung. Meskipun terkesan gila dan janggal, Bung sanggup membungkus pesannya lewat candaan, hingga respon sahabat pun niscaya jadi cair dan tidak kaku. Atau Bung sanggup memantau acara kesehariannya lewat media sosial, biar pada ketika bertemu Bung sanggup mengobrol dengan padu.


Tak Sengaja Berpapasan Bisa Dimanfaatkan Untuk Mengobrol Dadakan


Pertemanan yang terjalin lewat dialog dan saling menghabiskan malam memang menyenangkan Kerjaan Bung Tak Kenal Waktu, Hingga Bertemu Teman Pun Cuma Sebatas Angin Lalu


Usahakan apabila Bung berpapasan dengan sahabat untuk tidak buru-buru pergi. Manfaatkan momen singkat tersebut untuk menciptakan hubungan yang tadinya renggang untuk bersahabat kembali. Apa lagi melihat acara kerja yang kian padat, tentu Bung harus berpikir jikalau untuk bertemu kembali niscaya susah untuk menyamakan hari. Semisal bertemu di satu program yang sama, atau ada meeting dengan klien yang kebetulan dengan kantornya sanggup mengajaknya melipir ke kafe atau bermain di kantin. Toh, itu semua demi aroma persahabatan yang sanggup bersua kembali.


Coba Bung Mentraktir Dengan Embel-Embel Sebagai Bentuk Pencapaian Karir


Pertemanan yang terjalin lewat dialog dan saling menghabiskan malam memang menyenangkan Kerjaan Bung Tak Kenal Waktu, Hingga Bertemu Teman Pun Cuma Sebatas Angin Lalu


Memang Bung sedang tidak naik jabatan dan sedang dalam kondisi krisis uang. Tetapi mentraktir sahabat tak harus di kafe atau restoran kenamaan. Sekedar makan di pinggir jalan atau membelikan secangkir kopi di kedai sederhana sanggup menciptakan sahabat bahagia. Karena yang penting kan bukan apa pemberiannya, tetapi quality time-nya.


Dengan bertingkah seperti menyerupai itu, niscaya sahabat sanggup menghargai dan sanggup menciptakan hubungan kembali seru menyerupai dahulu. Coba Bung bayangkan, dahulu ketika saling bertukar kisah konyol yang ditemani segelas es teh bagus sepulang kuliah atau semasa SMA, betapa konyol dan serunya kan?


Ketika Sempat Bertemu, Coba Ceritakan Keluh Kesah Pekerjaan Bung, Siapa Tahu Teman Bung Memahaminya


Pertemanan yang terjalin lewat dialog dan saling menghabiskan malam memang menyenangkan Kerjaan Bung Tak Kenal Waktu, Hingga Bertemu Teman Pun Cuma Sebatas Angin Lalu


Setiap orang memang membutuhkan pekerjaan untuk menambal kebutuhan yang kian meningkat. Ketika Bung bercerita soal keluh kesah pekerjaan, sahabat pun bakal paham kenapa kini Bung timbul karam bagaikan ombak di lautan barat daya. Karena sanggup saja sahabat Bung juga mengalami hal yang sama. Tapi Bung hening saja, alasannya ialah kesibukanmu tak dijadikan alasan baginya untuk tidak berteman lagi. Karena persahabatan itu saling mengerti satu sama lain lewat sebuah kondisi.


Persahabatan Adalah Liburan, Rangkailah Jadwal Agar Rencana Dapat Terkawal


Pertemanan yang terjalin lewat dialog dan saling menghabiskan malam memang menyenangkan Kerjaan Bung Tak Kenal Waktu, Hingga Bertemu Teman Pun Cuma Sebatas Angin Lalu


Melihat banyaknya long weekend yang tersedia dalam beberapa bulan ke depan. Bung sanggup merencanakan secara dadakan dengan mengajak sahabat untuk liburan (dibaca: travelling). Dengan dimatangkan jauh-jauh hari, liburan bersama teman-teman Bung niscaya sanggup terwujud. Karena setiap orang yang penat bekerja niscaya menginginkan waktu refreshing untuk meremajakan diri dengan berlibur ke sana ke mari. Cobalah Bung ajak temanmu, siapa tahu ia merindukan kisah konyolmu dulu waktu bertingkah lucu ketika berlibur di Pulau Seribu. Kaprikornus bertemu sahabat bukan lagi sekedar omongan angin lalu.