Kemajuan Industri Kreatif Berbasis Budaya Lokal dari SDM yang Unggul

Posted by KarimGanas on 15.53 in , ,

Program pengembangan ekonomi kreatif berjalan sejak tahun 2007 di bawah Kementerian Perdagangan dan menjadi salah satu program kerja berkelanjutan Kadin (Kamar Dagang dan Industri). Organisasi tersebut mengemban peran penting dalam pencapaian visi program ekonomi kreatif 2025 yaitu, "Bangsa Indonesia yang berkualitas hidup dan bercitra kreatif di mata dunia".
Berangkat dari visi tersebut organisasi ini kemudian mulai banyak memberi dukungan pada berbagai industri-industri kreatif di berbagai daerah. Salah satu industri yang mendapat dukungan yaitu industri kreatif berbasis budaya lokal.

SDM Unggul sebagai Penggerak Industri Berbasis Budaya Lokal

Industri berbasis budaya lokal atau kearifan lokal merupakan bentuk pengoptimalan potensi lokal tiap daerah. SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul dan kreatif akan menjadikan peluang ekonomi untuk Berbagai potensi lokal yang ada di daerah mereka masing-masing.
Berbicara mengenai SDM unggul pastinya terdapat kriteria tertentu hingga dapat dikategorikan sebagai SDM yang unggul dan berkualitas. SDM yang unggul akan selalu dibutuhkan dalam pengembangan industri-industri kreatif. Pasalnya, SDM yang unggul akan selalu punya ide-ide baru dan selalu berpikir inovatif.
Mereka selalu punya target yang akan dicapai serta tekun dan tidak gampang menyerah hingga menemukan atau menciptakan sesuatu yang bersifat positif dan membawa manfaat untuk masyarakat. Olehnya itu, perusahaan maupun industri perlu merekrut SDM yang unggul untuk kemajuan berbagai bidang.
Kadin Indonesia bekerjasama dengan Bekraf melalui Badan Inovasi Teknologi Startup menentukan kriteria untuk menjaring SDM unggul untuk mengikuti program ekonomi kreatif. Dimana nantinya mereka akan mendapat pembinaan dan bantuan dalam berbagai hal seperti melakukan riset, permodalan, strategi pemasaran, dan lain sebagainya.
Khusus untuk industri kreatif, SDM unggul sangat dibutuhkan dalam pengembangan serta inovasi pemanfaatan potensi lokal dan budaya tiap daerah. Budaya tidak hanya terkait dengan kesenian yang ada di berbagai daerah. Kebiasaan berpakaian serta makanan khas suatu daerah bisa dijadikan produk yang dapat bernilai jual tinggi.
Misalnya di daerah yang terkenal dengan wisata baharinya seperti di Sulawesi Utara, pemuda produktif yang merupakan SDM unggul bisa mengembangkan kerajinan tangan dari limbah kulit kerang, memproduksi kain atau pakaian bertemakan kekayaan bahari, dan berbagai aksesoris bernilai seni dan daya jual yang tinggi.
Selain produk kerajinan tangan, inovasi di bidang tekstil juga telah banyak dilakukan oleh SDM Kita. Kain tradisional daerah ternyata bisa dipadukan dengan limbah kantong plastik sehingga menghasilkan produk berupa tas serbaguna. Produk ini sudah menembus pasar internasional, artinya peluang bagi industri kreatif berbasis budaya lokal sangat terbuka luas.

Dukungan untuk Indonesia pada Industri Berbasis Budaya Lokal

Industri kreatif yang masih berskala kecil tentunya perlu dukungan pemerintah setempat untuk permodalan serta strategi pemasarannya, di sinilah organisasi Kadin memainkan peran penting demi majunya industri ekonomi kreatif.
Peluang ekonomi ini didukung penuh oleh Kamar Dagang Indonesia serta Badan Ekonomi Kreatif melalui kerjasama dengan berbagai perusahaan mitra seperti Telkomsel, Mastel, Smart FM, LinkAja, EndorsMe, dan lain sebagainya.
Tidak hanya itu, Kadin juga melanjutkan kerjasama dengan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) sebagai usaha mempercepat pengembangan KEK, meningkatkan daya tarik investasi yang salah satunya lewat industri kreatif, serta untuk meningkatkan nilai investasi.
Sekarang kamu sudah mengetahui dukungan Kadin pada industri kreatif berbasis lokal. Jadi, jika kamu memiliki ide kreatif dalam memanfaatkan potensi daerah tempat tinggalmu, kamu memiliki peluang yang besar untuk bisa mengembangkan usahamu untuk bisa masuk ke pasar nasional maupun internasional.